December 6, 2019

Review Film The Lion King 2019

Film layar lebar yang dibuat untuk semua umur memang bisa dikatakan tidak semuanya sukses. Hal ini tentunya dikarekanan beberapa faktor yang menjadikannya kurang diminati. Karakter tokoh utama yang dipilih bisa menjadi titik utama untuk mencapai kesuksesan dalam pembuatan film layar lebah yang dikhususkan untuk semua umur. Sehingga cukup banyak sutradara yang dituntut untuk bekerja keras dalam membangun sebuah film menakjubkan, dimana mudah untuk diterima oleh semua kalangan. Salah satunya adalah film The Lion King. Film satu ini merupakan live action yang dibuat oleh sutradara Jon Favreau bersama dengan timnya dan telah memberikan darah dan air matanya untuk menghadirkan sebuah sentuhan keajaiban visual dalam film The Lion King.

Terlebih saat melihat adanya 180 animator yang berupaya untuk menghidupkan sekitar 86 spesies hewan dan menciptakan kembali penghuni yang ada di Pride Lands dan sekitarnya. Dalam ceritanya mengisahkan tentang padang rumput yang ada di Afrika, dimana calon raja baru telah dilahirkan yaitu Simba. Dia sangat kagum dengan sosok ayahnya (Mufasa) dan dia juga telah siap untuk penuhi takdirnya sebagai pewaris takhta dari kerajaan. Namun disini, tidak semuanya mau menyambut kehadiran Simba secara baik, dan itu dilakukan oleh Scar, paman dari Simba. Difilm ini, Scar punya rencana jahat dan licik serta ingin menguasai Pride Lands, sehingga Simba diupayakan untuk diasingkan dari sana. Mampukah Simba kebali merebut apa yang telah menjadi miliknya? Jika penasaran segera download film The Lion King 2019 sekarang layarkaca21, tonton sampai selesai film ini. Tetapi disini kami sedikit membagikan kepada Anda tentang ulasan film The Lion King 2019 sebagai berikut.

Review Film The Lion King 2019

Ini bukan film dokumenter tentang alam

Remake dam film The Lion King harus Anda akui, karena menjadi bukti bahwa tidak setiap film dapat lebih memuaskan jika dibandingkan dari versi aslinya. Cerita yang dibangun juga tidak jauh berbeda dari aslinya. Masih tentang Pride Lands dimana terdapat polemik kekuasaan disana. Sehingg penonton dewasa sudah paham alur ceritanya, jadi Anda tidak perlu berharap ada twist yang mengejutkan dalam film ini. Tetapi lebih mengutamakan pada pesan kuat, dimana bertujuan mengenalkan kepada anak-anak tentang sikap tanggung jawab, dan menjadi seorang keberanian. Konflik disini, menggambarkan hal yang sangat sederhana, dimana terdapat beberapa komedi dari karakter Pumba dan Timon.

Realisme korbankan perasaan

Ada hal yang menjadi daya tarik dalam film Disney ini, dimana terdapat animasi komputer yang sangat mengesankan dari beberapa cuplikan sebelum film ini resmi ditayangkan. Itu semua terlihat dari kerutan kulit gajah, retakan tanah yang gersang, sampai rumputnya memiliki ketepatan sangat mendetail. Anda juga akan melihat otot-otot yang bergerak saat singa berlari dan ditontonkan bagaimana cahaya matahari menyinari pepohonan dan tanah. Hal tersebut, berkat sentuhan dari sinematografer terkenal yakni Caleb Deschanel yang juga pernah membuat film The Passion of the Christ (2004).

Pengisi suara penuh dengan bintang ternama

Tidak hanya dari efek visual yang menjadi daya tarik dalam film The Lion King namun melihat dari sisi deretan pengisi suaranya juga menarik. Pengisi suara dalam film ini bertabur bintang dan Anda benar-benar akan merasakan ada dalam sebuah dokumenter National Geographic. Namun muncul sangat minim dengan karisma jika dibandingkan pada versi animasinya. Tetapi di balik kekurangan visual tersebut, para bintang ini sudah berupaya memberikan suguhan terbaiknya. Seperti JD McCrary yang mengisi suara sebagai Simba kecil dan Shahad Wright Joseph pengisi suara Nala kecil. Kemudian ada Donald Glover yang isi suara sebagai Simba dewasa dan Beyoncé Knowles-Carter mengisi suara untuk Nala dewasa.

Kepada siapakah Film The Lion King ditujukan

Film The Lion King sengaja dibangun untuk memperkenalkan kepada generasi baru (anak-anak), sangat bagus namun meskipun suram. Tetapi film ini dapat merebut kembali hati banyak orang, dimana mereka ingin bernostalgia khususnya penonton dewasa yang tahu tentang film The Lion King. Meski mungkin bisa menjadi bencana,namun film The Lion King mencoba suguhkan dirinya sendiri.