Hukum Pidana Judi Online

www.serverqiu.site adalah salah satu dari sekian banyak website tentang perjudian di Internet. Judi Online merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh pemerintahan Indonesia baik dari dulu maupun sampai sekarang ini.

Hal tersebut memang tidaklah mengejutkan karena memang permainan yang satu ini memang sangat sulit untuk di hapuskan. Meskipun larangan mengenai permainan ini sudah tercantum dalam undang-undang, namun masih banyak penjudi yang tidak menghiraukannya dan memiliki terus bermain judi.

Padahal jika kalian tertangkap atas dasar hukum ini, sanksi yang akan diterima tidak main-main. Dan semenjak teknologi saat ini ikut campur tangan ke dalam permainan judi maka permainan ini pun menjadi lebih sulit lagi di hentikan.

Karena saat ini hampir sebagian masyarakat juga memainkan permainan judi yang dikenal dengan judi online termasuk di situs online www.serverqiu.site.

Sebagian besar dari mereka pun juga memiliki alasan tersendiri mengapa bermain judi, terutama bermain judi kartu. Memangnya apa yang dimaksud dengan itu? Permainan judi kartu merupakan salah satu game judi yang dimainkan dengan menggunakan sejenis kartu yang digunakan sebagai alat untuk memainkan perjudian tersebut.

Biasanya kartu yang digunakan di sini adalah kartu remi yang mana menjadi kartu yang dikenal untuk bermain judi. Namun jika menggunakan permainan judi online yang diakses dengan internet maka cukup menyediakan kuota internet.

Sebagai suatu proses yang bersifat sistemik, maka penegakan hukum pidana menampakkan diri sebagai penerapan hukum pidana (criminal law application) yang melibatkan pelbagai sub sistem struktural berupa aparat kepolisian, kejaksaan, pengadilan dan pemasyarakatan.

Termasuk di dalamnya tentu saja lembaga penasehat hukum. Dalam hal ini penerapan hukum termasuk juga judi online di situs www.serverqiu.site haruslah dipandang dari 3 dimensi :

  1. Penerapan hukum dipandang sebagai sistem normatif (normative system) yaitu penerapan keseluruhan aturan hukum yang menggambarkan nilainilai sosial yang didukung oleh sanksi pidana.
  2. Penerapan hukum dipandang sebagai sistem administratif (administrative system) yang mencakup interaksi antara pelbagai aparatur penegak hukum yang merupakan sub sistem peradilan diatas.
  3. Penerapan hukum pidana merupakan sistem sosial (social system), dalam arti bahwa dalam mendefinisikan tindak pidana harus pula diperhitungkan pelbagai perspektif pemikiran yang ada dalam lapisan masyarakat.

 

Sehubungan dengan berbagai dimensi di atas dapat dikatakan bahwa sebenarnya hasil penerapan hukum pidana harus menggambarkan keseluruhan hasil interaksi antara hukum, praktek administratif dan pelaku sosial.

Pada sebuah proses penyelesaian perkara pidana, haruslah dicari suatu kebenaran materiil. Pencarian kebenaran materiil ini tentunya harus melalui suatu proses pembuktian, suatu proses yang paling penting dalam hukum acara pidana.

Hukum acara pidana dalam bidang pembuktian mengenal adanya barang bukti dan alat bukti, dimana keduanya diperlukan dalam persidangan untuk membuktikan tindak pidana yang didakwakan terhadap terdakwa termasuk di situs www.serverqiu.site.

Barang bukti adalah benda-benda yang tersangkut dalam suatu tindak pidana. Sedangkan alat bukti yang sah untuk diajukan di depan persidangan, sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP adalah : a. Keterangan Saksi; b. Keterangan Ahli; c. Surat; d. Petunjuk; e. Keterangan Terdakwa.

Selanjutnya, terkait dengan pembuktian tindak pidana perjudian di dalam dalam Pasal 1 ayat (2) KUHAP : “Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.”

Namun penyidikan terhadap tindak pidana perjudian termasuk judi online www.serverqiu.site ternyata masih menemui hambatan ketika dihadapkan dengan proses pembuktian perjudian melalui internet, karena dalam KUHAP tidak diatur adanya unsur-unsur yang mengandung teknologi informasi, sementara pada kasus perjudian melalui internet (internet gambling) semua dilakukan melalui media internet.

Oleh karena itu untuk menanggulangi perjudian yang dilakukan di internet termasuk judi online www.serverqiu.site telah dikeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman Pasal 45 ayat (1) yang berbunyi :

“Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

Dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, juga diatur tentang pengesahan alat bukti perjudian melalui internet yaitu Pasal 5 ayat 1 dan 2 yang berbunyi :

“(1) Informasi Elektronik dan/ atau Dokumen Elektronik dan/ atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah. (2) Informasi Elektronik dan/ atau Dokumen Elektronik dan/ atau hasil cetaknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan perluasan dari alat bukti yang sah sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku di Indonesia.”

Berdasarkan pengamatan awal mengenai sistem perjudian online pada situs-situs perjudian bola online termasuk di situs www.serverqiu.site yang sedang marak di kalangan masyarakat, dan melihat kelemahan KUHAP tentang penetapan alat bukti yang sah dalam kasus perjudian bola online

Pembuktian dalam hukum acara pidana merupakan dasar bagi hakim untuk menarik kesimpulan ataupun menjatuhkan pidana dalam sidang pengadilan dan menyatakan bahwa seorang terdakwa terbukti secara sah atau tidak terbukti dalam melakukan suatu tindak pidana yang didakwakan terhadapnya.

Sesuai dengan Pasal 183 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang mengatur penjatuhan pidana oleh hakim melalui proses pembuktian disebutkan bahwa : “Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya.”

Hukum acara pidana mengenal beberapa macam teori pembuktian yang menjadi pegangan hakim di dalam melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa disidang pengadilan. Termasuk juga dalam kasus perjudian online di situs www.serverqiu.site.

Recent Posts

Tags

akta 559 hukum hukum judi online jenayah judi online larangan judi online peniagaan haram perjudian dilarang oleh agama islam perjudian mengikut islam perjudian terbuka undang-undang malaysia